Friday, August 3, 2018
HIDUP
Bangun pagi, celik mata,
Yang hanya kau fikir adalah dunia,
Kau tidak hidup
Jika bekerja,
Yang kau fikir adalah gaji semata,
Kau tidak hidup
Jika kau berbuat sesuatu,
Yang kau fikir hanya untuk pandangan manusia,
Kau tidak hidup,
Hidup ini bukan semata kerna dunia,
Hidup ini bukan semata untuk penuhi nafsu menggila,
Hidup ini bukan semata untuk pandangan manusia
Perlu diingat, kita ada tujuan,
Amanah dari tuhan pencipta alam,
Jangan asyik dalam angan-angan,
Bangkit bangun hiduplah dalam berjuang.
~suria3Ogos2018~
Friday, May 26, 2017
ALLAH, ALLAH, ALLAH,
ALLAH, ALLAH, ALLAH,
ALLAH, ALLAH, ALLAH...
Syukur, masih diberi peluang dan ruang untuk masih lagi bernafas,
Walau sering culas, semua kerja terkandas,
Maha Mengasihani hambaNya,
Walau sering dilupa,
akibat alpa dan leka,
Namun nikmat Ya Rahman,
masih tak pernah berkurang,
lama kelopak mata ini kering, sekering hati yang tidak pernah disiram,
yang jarang sekali dibaja,
titik-titik hitam mula lekat, likat sukar untuk dikikis lagi
Hati,
Jangan kau terus keras,
Jangan kau terus menghitam,
Carilah jalan pulang,
Kembali ke pangkal jalan,
Allah itu sebagai tujuan....
Salam 1 Ramadhan 1438H
Muhasabah Cinta-EdCaustic bukan sekadar lagu
Wahai... Pemilik nyawaku,
Betapa lemah diriku ini,
Berat ujian dariMu,
Ku pasrahkan semua padaMu,
Tuhan,
Baruku sedar,
Indah nikmat sihat itu,
Tak pandai aku bersyukur,
Kini ku harapkan cintaMu,
Kata-kata cinta terucap indah,
Mengalir berzikir di kidung doaku,
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku,
Butir-butir cinta air mataku,
Teringat semua yang kau beri untukku,
Ampuni khilaf dan salah selama ini,
Ya Illahi,
Muhasabah Cintaku...
Tuhan...
Kuatkan aku,
Lindungiku dari putus asa,
Jika ku harus mati,
Pertemukan aku denganMu
Album :
Munsyid : EdCoustic
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bait-bait lirik yang membawa maksud yang sangat dalam dan mampu menyentuh hati jika benar-benar dihayati.
Betapa lemah diriku ini,
Berat ujian dariMu,
Ku pasrahkan semua padaMu,
Tuhan,
Baruku sedar,
Indah nikmat sihat itu,
Tak pandai aku bersyukur,
Kini ku harapkan cintaMu,
Kata-kata cinta terucap indah,
Mengalir berzikir di kidung doaku,
Sakit yang kurasa biar jadi penawar dosaku,
Butir-butir cinta air mataku,
Teringat semua yang kau beri untukku,
Ampuni khilaf dan salah selama ini,
Ya Illahi,
Muhasabah Cintaku...
Tuhan...
Kuatkan aku,
Lindungiku dari putus asa,
Jika ku harus mati,
Pertemukan aku denganMu
Album :
Munsyid : EdCoustic
------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Bait-bait lirik yang membawa maksud yang sangat dalam dan mampu menyentuh hati jika benar-benar dihayati.
Thursday, October 27, 2016
Friday, April 29, 2016
Bonda
Luluh hati bila bonda berbicara,
Kulitnya telah kedut berjuta,
Lambang usia sudah semakin senja,
Sayu,
Namunku sembunyi rasa itu,
Biar tertanam jauh-jauh,
Memaksa diri menguntum senyum,
Bonda,
Terima kasih atas segala doa,
Buat anakmu ini yang sering keras kepala,
Terima kasih atas jasa yang tak terhingga,
Tak termampuku membalasnya,
Walau ku menghamba berjuta tahunnya,
Doaku agar kau terpilih,
Menjadi insan dikalangan kekasih.
Kulitnya telah kedut berjuta,
Lambang usia sudah semakin senja,
Sayu,
Namunku sembunyi rasa itu,
Biar tertanam jauh-jauh,
Memaksa diri menguntum senyum,
Bonda,
Terima kasih atas segala doa,
Buat anakmu ini yang sering keras kepala,
Terima kasih atas jasa yang tak terhingga,
Tak termampuku membalasnya,
Walau ku menghamba berjuta tahunnya,
Doaku agar kau terpilih,
Menjadi insan dikalangan kekasih.
Thursday, April 21, 2016
TAK KENAL MAKA TAK TAHU
Suatu waktu dulu,
Waktu aku tak tahu,
Aku banyak tidak setuju,
Sang bermotor laju,
Ku anggap insan tiada tuju,
Kaki merambu,
Sang pemuzik batu,
Ku anggap bagai kutu,
Berteriak tanpa malu,
Namun,
Bila tanpa sengaja,
Takdir mengenal,
Aku jadi malu,
Tanggapan ku dulu hanya palsu,
Mereka bukan begitu,
Mereka ada tuju,
Mereka tidak merambu,
Mereka bukan kutu,
Benar,
Tak kenal, maka tak tahu,
Tak tahu, maka tak setuju,
Kini,
Sedikit demi sedikit,
Aku mula kenal,
Sang bermotor laju,
Kadang turun menyeru,
Agar insan kembali pada yang SATU,
Sang pemuzik batu,
Tak pernah lupa pada yang SATU,
DIA pasti didahulu,
Jangan dihukum minat mereka,
Jangan dituduh mereka alpa,
Kalau tidak benar-benar mengenali mereka.
Waktu aku tak tahu,
Aku banyak tidak setuju,
Sang bermotor laju,
Ku anggap insan tiada tuju,
Kaki merambu,
Sang pemuzik batu,
Ku anggap bagai kutu,
Berteriak tanpa malu,
Namun,
Bila tanpa sengaja,
Takdir mengenal,
Aku jadi malu,
Tanggapan ku dulu hanya palsu,
Mereka bukan begitu,
Mereka ada tuju,
Mereka tidak merambu,
Mereka bukan kutu,
Benar,
Tak kenal, maka tak tahu,
Tak tahu, maka tak setuju,
Kini,
Sedikit demi sedikit,
Aku mula kenal,
Sang bermotor laju,
Kadang turun menyeru,
Agar insan kembali pada yang SATU,
Sang pemuzik batu,
Tak pernah lupa pada yang SATU,
DIA pasti didahulu,
Jangan dihukum minat mereka,
Jangan dituduh mereka alpa,
Kalau tidak benar-benar mengenali mereka.
Friday, January 29, 2016
Warkah, Kiriman, Bungkusan
Warkah,
Coretan isi hati,
Namun tak sempat memberi,
Dikoyak buang di tong besi
Kiriman,
Diutus buat insan,
Bukan untuk hiasan,
Manfaat ia agar jadi amalan
Bungkusan,
Pergi dan kembali,
Kerna gagal mencari,
Atau insan tak sudi
Warkah, Kiriman mahupun Bungkusan,
Ianya tercatat kisah,
Suka, duka luka,
Namun ia mendewasa,
Ia mengajar erti redha.
Coretan isi hati,
Namun tak sempat memberi,
Dikoyak buang di tong besi
Kiriman,
Diutus buat insan,
Bukan untuk hiasan,
Manfaat ia agar jadi amalan
Bungkusan,
Pergi dan kembali,
Kerna gagal mencari,
Atau insan tak sudi
Warkah, Kiriman mahupun Bungkusan,
Ianya tercatat kisah,
Suka, duka luka,
Namun ia mendewasa,
Ia mengajar erti redha.
Subscribe to:
Posts (Atom)


















